Perkenalkan sosok guru yang mengabdi puluhan tahun tanpa pamrih dari pelosok Sumatera Selatan. Ialah Nuraini, yang akrab disapa nenek Nur. Menjadi guru ngaji sejak 1980 hingga saat ini. 44 tahun mengabdi agar anak-anak di desa mempunyai dasar mengaji dan beribadah.
Ruang mengaji hanyalah sebuah ruang kecil dibagian bawah rumah, beralaskan karpet gulung yang dibawa masing-masing anak dan satu lampu bohlam untuk menerangi ruangan. Fasilitas lampu dan karpet ialah hasil inisiatif para orangtua murid.
“Saya kalau pagi bertani padi, sampai siang. Kalau sore beres-beres ruangan, karena Maghrib anak-anak udah datang kesini buat sholat berjamaah. Saya senang sekali sama anak-anak, bersyukur masih kuat dan mampu buat mengajar. Saya akan tetap mengajar selagi saya bisa.” Ucap Nenek Nur.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR Bukhori)
Mengabdikan diri menjadi seorang “Guru Ngaji” bukanlah hal mudah dilalui. Peran penting mereka sangat menentukan masa depan generasi yang Qur'ani meskipun semangat mereka dan pengabdian mereka masih kurang di perhatikan atau bahkan dipandang sebelah mata.
Saatnya apresiasi dedikasi mereka dengan berbagi kebaikan untuk para guru ngaji di Indonesia. Bantu Guru Ngaji Sekarang!